PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Berjangka AS Sentuh Rekor Tertinggi Usai Laporan Tarif Impor
PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) mencatat rekor tertinggi pada Jumat (8/8/2025) setelah laporan bahwa pemerintah AS mengenakan tarif impor untuk emas batangan berukuran 1 kilogram.
Sementara itu, emas spot tetap berada di jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut di tengah gejolak tarif dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.
Mengutip data pukul 07.34 Waktu setempat, harga emas spot stabil di level US$ 3.396,92 per ons, setelah sempat menyentuh titik tertinggi sejak 23 Juli pada awal sesi. Secara mingguan, harga emas batangan telah naik sekitar 1%.
Kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember naik 1,4% menjadi US$ 3.502,90 per ons, setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 3.534,10. Selisih harga antara emas berjangka dan emas spot di New York melebar lebih dari US$ 100.
Kenaikan selisih harga tersebut terjadi setelah Financial Times melaporkan bahwa Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, melalui surat tertanggal 31 Juli, mengklasifikasikan emas batangan 1 kg dan 100 ons ke dalam kode bea cukai dengan tarif lebih tinggi.
Kebijakan ini berpotensi berdampak pada Swiss, pusat pemurnian emas terbesar di dunia.
“Perubahan ini tidak akan berlaku dalam dua minggu atau satu bulan. Namun, jika pengiriman dilakukan saat ini, harganya akan menjadi harga Swiss di London ditambah tarif tambahan, sehingga harga di AS menjadi lebih tinggi,” ujar Analis Komoditas UBS, Giovanni Staunovo.
Peningkatan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap puluhan negara mulai berlaku Kamis (7/8/2025), memicu negara mitra dagang utama seperti Swiss, Brasil, dan India mencari kesepakatan yang lebih menguntungkan.
Di tengah ketidakpastian politik dan keuangan, emas kerap dipilih sebagai aset lindung nilai. Selain itu, data penggajian AS yang lebih lemah pekan lalu memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
FedWatch Tool milik CME Group mencatat probabilitas 91% penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan depan.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$ 38,41 per ons, platinum stabil di US$ 1.333,88, dan paladium naik 0,4% menjadi US$ 1.155,25 per ons.
Komentar
Posting Komentar