Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Perpanjang Kerugian, Namun Siap Catat Kenaikan Bulanan

Gambar
PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas memperpanjang penurunan dalam perdagangan Asia pada hari Rabu, karena pemerintah AS mengurangi dampak tarif otomotif di tengah tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan, sementara investor dengan hati-hati menunggu data AS penting untuk mengukur prospek suku bunga Federal Reserve. Meskipun mengalami penurunan, emas siap mencatat kenaikan bulanan keempat berturut-turut, dengan lonjakan hampir 6% pada bulan April sejauh ini. Per pukul 09:30 WIB, Spot Gold turun 0,4% menjadi $3.305,10 per ons, sementara Gold Futures yang berakhir pada bulan Juni kehilangan 0,6% menjadi $3.314,94 per ons. Keringanan Tarif Otomotif, Harapan Perdagangan Tekan Harga Emas Presiden Trump menandatangani dua perintah pada hari Selasa untuk mengurangi dampak tarif otomotif, menawarkan kredit pajak dan keringanan tarif pada bahan material. Dalam catatan positif lainnya di bidang perdagangan, Menteri Perdagangan Howard Lutnick memberi tahu CNBC bahwa AS hampir mengumu...

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Akhirnya Naik Tapi Jangan Senang Dulu, Penjual Sudah Lelah

Gambar
PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas dunia akhirnya rebound dan kini tengah berusaha berjuang kembali untuk berada di zona hijau usai investor berburu harga murah saat harga emas mengalami penurunan. Pada perdagangan kemarin Senin (28/4/2025), harga emas dunia di pasar spot naik 0,70% di level US$3.341,37 per troy ons. Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah emas ambruk 0,9% pada perdagangan Jumat pekan lalu. Pada perdagangan hari ini Selasa (29/4/2025) hingga pukul 06.08 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,07% di posisi US$3.339,19 per troy ons.   Harga emas berbalik arah dan bergerak naik pada perdagangan Senin saat perburuan harga murah dimulai, sementara fokus pasar tertuju pada perkembangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China hingga penantiann serangkaian data ekonomi. "Kami mulai melihat tanda-tanda pertama yakni kelelahan penjualan," ujar ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali, kepada   Reuters. Dia menambahkan bahwa ...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Lanjutkan Reli Dekati Level 6.800 Ditopang Deretan Saham Ini

Gambar
PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,68% ke level 6.724,47 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (28/4/2025). Sebanyak 371 saham naik, 226 turun, dan 205 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 5,89 triliun yang melibatkan 11,19 miliar saham dalam 749,81 kali transaksi. Adapun IHSG menutup perdagangan Jumat (25/4/2025) pekan lalu dengan senyum lebar. IHSG naik 0,99% ke posisi 6.678,92, mendekati level psikologis 6.700. Kinerja ini sekaligus mengantarkan IHSG mencatatkan penguatan mingguan sebesar 3,74%, menjadikannya indeks dengan performa terbaik di Asia-Pasifik. Hari ini kinerja cemerlang IHSG masih ditopang oleh emiten-emiten blue chip. Saham DSSA tercatat berkontribusi atas kenaikan 10,39 indeks poin. Selanjutnya ada Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang juga menjadi penopang utama kinerja IHSG dengan sumbangsih 9,19 poin.  Kemudian ada BREN, BBCA dan PTRO yang melengkap lima besar penggerak kinerj...

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Rp 16.825/US$PT

Gambar
PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah proses negosiasi yang terus dipantau pelaku pasar. Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat (25/4/2025) ditutup pada posisi Rp16.825/US$ atau menguat 0,24%. Sementara secara mingguan, rupiah mengalami depresiasi tipis sebesar 0,03%.   Sejumlah negara tengah melakukan proses negosiasi dagang dengan Pemerintah Amerika Serikat sebagai respons terhadap kenaikan tarif impor AS yang ditetapkan Presiden Donald Trump. Head of Economic & Research UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja menilai langkah negosiasi Indonesia dan sejumlah negara dengan pemerintah AS sebagai hal penting dan akan terus dipantau pelaku pasar. Bagi Indonesia, kenaikan tarif impor AS akan berdampak ke sejumlah sektor yang mengandalkan AS sebagai pasar ekspor mulai dari sektor furnitur, alas kaki, tekstil hingga perkaretan yang erat kaitannya dengan UMKM. Namun Indonesia juga ...