Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,03% ke Rp 16.631 per Dolar AS pada Jumat (31/10/2025)

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.631 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (31/10/2025), menguat tipis 0,03% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.636 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,17% dari Rp 16.602 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini. Pukul 15.02 WIB, won Korea mencatat kenaikan terbesar yakni 0,37%, peso Filipina menguat 0,23%, baht Thailand menguat 0,09%, ringgit Malaysia menguat 0,07%, rupiah menguat 0,03% dan dolar Hong Kong menguat 0,009% terhadap dolar AS. Dolar Singapura flat. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Dolar Taiwan melemah 0,11%, yen Jepang melemah 0,08%, rupee India melemah 0,07% dan yuan China melemah 0,06% terhadap dolar AS.  Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 99,59, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,52. PT Equityworld Futures Semarang  ...

PT Equityworld Futures Semarang – Pasar Kripto Justru Memerah Setelah The Fed Pangkas Suku Bunga, Ada Apa?

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve alias The Fed kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu (29/10) kemarin. Namun, pasar kripto melemah. Mengacu data Coinmarketcap, pada Kamis (30/10/2025) pukul 12.07 WIB, kapitalisasi pasar kripto turun 0,92% secara harian ke level US$ 3,76 triliun.  Pada waktu yang sama, aset kripto Bitcoin (BTC) melemah 3,67% secara harian ke posisi US$ 108.803, serta naik tipis 0,05% dalam sepekan.  Begitu juga harga Ethereum (ETH) berada di posisi US$ 3.871, turun 3,68% dalam 24 jam, meskipun masih naik 0,71% dalam sepekan. Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir mencermati, melemahnya pasar kripto setelah The Fed menurunkan suku bunga disebabkan oleh komentar yang kurang dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell. "Hal ini menyebabkan pasar memperkirakan peluang pemangkasan lanjutan pada bulan Desember semakin kelam," jelas Christopher saat d...

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.617 Per Dolar AS Hari Ini (29/10), Peso Melesat 0,7%

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah di pasar spot tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (29/10/2025), rupiah spot ditutup di level Rp 16.617 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,05% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.608 per dolar AS. Pergerakan rupiah berbanding terbalik dengan mata uang di Asia. Hingga pukul 15.01 WIB, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,7%. Disusul, baht Thailand yang terkerek 0,27%.  Selanjutnya, ringgit Malaysia yang menanjak 0,14% dan won Korea Selatan yang terangkat 0,09%. Disusul, dolar Taiwan yang ditutup naik 0,06%.  Berikutnya, rupee India terlihat terapresiasi 0,05%. Lalu ada yen Jepang dan yuan China yang sama-sama menguat tipis 0,01%. Sementara itu, dolar Singapura menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,05%. Kemudian, dolar Hongkong terlihat berbalik ...

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.612 Per Dolar AS di Pagi Ini (24/10)

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat di awal perdagangan hari ini. Jumat (24/10/2025), rupiah dibuka di level Rp 16.612 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,1% dibanding penutupan pada hari sebelumnya ke level Rp 16.629 per dolar AS. Pergerakan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,17%.  Berikutnya ada ringgit Malaysia yang terlihat menguat tipis 0,03% terhadap the greenback. Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,22%. Disusul, peso Filipina yang terkoreksi 0,06%. Kemudian ada dolar Singapura dan dolar Taiwan yang sama-sama terdepresiasi 0,05%. Lalu, baht Thailand yang tertekan 0,04%. Diikuti, dolar Hongkong yang turun 0,01% dan yuan China melemah tipis 0,004% di pagi ini.  PT Equityworld Futures Semarang  ...

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Melonjak Pasca AS Umumkan Sanksi untuk Produsen Minyak Terbesar Rusia

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak naik pada perdagangan Kamis (23/10/2025) pagi. Pukul 07.28 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2025 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 60,24 per barel, naik 2,97% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 58,50 per barel. Mengutip Bloomberg, harga minyak melonjak setelah AS mengumumkan sanksi terhadap produsen minyak terbesar Rusia. Sementara Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan kepada mitranya Vladimir Putin untuk merundingkan upaya mengakhiri perang di Ukraina. AS memasukkan raksasa minya Rusia Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC ke dalam daftar hitam, dengan alasan kurangnya komitmen Moskow terhadap perdamaian Ukraina.  Rosneft dan Lukoil adalah dua produsen minyak terbesar di Rusia yang menyumbang hampir setengah dari total ekspor minyak Rusia, atau sekitar 2,2 juta barel per hari pada paruh pertama tahun ini. Trump juga berupaya menekan pembeli minyak mentah utama Rusia, yakni In...

PT Equityworld Futures Semarang – Produksi Batubara China Turun 1,8% pada September, Harga Tetap Menguat

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Produksi batubara China turun 1,8% secara tahunan (YoY) pada September, menurut data Biro Statistik Nasional yang dirilis Senin (20/10/2025), seiring berlanjutnya pembatasan produksi di sektor pertambangan.  Total produksi batubara bulan lalu tercatat sebesar 411,51 juta ton metrik, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun meningkat dibandingkan 390,5 juta ton pada Agustus. Penurunan ini terjadi di tengah kebijakan “anti-involution” pemerintah China yang bertujuan mengurangi kelebihan kapasitas industri guna menopang harga komoditas. Strategi tersebut terbukti efektif mengerek harga batu bara domestik ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir.  Secara kumulatif, produksi batu bara China pada periode Januari–September 2025 mencapai 3,57 miliar ton, atau naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data resmi yang dirilis Senin.  PT Equityworld Futures Semarang

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Dolar Menuju Penurunan Mingguan Terbesar pada Jumat (17/10)

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS masih berada di posisi lemah pada Jumat (17/10/2025), terdorong oleh ketegangan perdagangan global dan indikasi pelemahan ekonomi AS yang memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Indeks dolar menuju penurunan mingguan terbesar dalam hampir tiga bulan, setelah shutdown pemerintah AS yang berkepanjangan memblokir publikasi data ekonomi penting.  Dolar melemah 0,2% terhadap yen Jepang menjadi 150,12, sementara indeks dolar stabil di 98,23 dan tercatat akan mengalami penurunan mingguan sekitar 0,6%, penurunan lima hari terbesar sejak akhir Juli. Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda menyatakan bahwa bank sentral tetap siap menaikkan suku bunga jika perkiraan pertumbuhan dan inflasi terealisasi. Deputi Gubernur BOJ Shinichi Uchida dijadwalkan berbicara kemudian pada Jumat. Sementara itu, euro menguat 0,1% ke $1,1701, dan poundsterling naik 0,1% menjadi $1,3446. Gubernur Fed Christopher Waller menya...

PT Equityworld Futures Semarang – UBS Group AG Kembali Menjual Saham Bumi Resources (BUMI), Segini Nilainya

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan bahwa salah satu pemegang saham utamanya yaitu UBS Group AB kembali melego saham emiten tersebut belum lama ini. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), UBS Group AB melakukan transaksi penjualan saham BUMI sebanyak 588.905.500 lembar saham dengan harga transaksi di level Rp 146,525 per saham pada 9 Oktober 2025. Alhasil, UBS Group AB memperoleh dana segar dari hasil penjualan saham BUMI sekitar Rp 86,29 miliar.  "UBS menjual saham untuk kegiatan lindung nilai derivatif klien," tulis Corporate Secretary Bumi Resources Irana Candra Mala dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/10/2025). Dengan adanya transaksi ini, jumlah saham BUMI yang dimiliki UBS Group AB berkurang dari 26.302.247.734 saham (7,08%) menjadi 25.713.342.234 saham (6,92%). Sebelumnya, UBS Group AB terlibat dalam aktivitas jual-beli saham BUMI pada 16 dan 17 September 2025 silam. Pada 16 September, UBS Group AB m...

PT Equityworld Futures Semarang – Robert Kiyosaki Beberkan 2 Alasan Utama Mengapa Perak Jadi Investasi Terbaik Saat Ini

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Penulis buku keuangan Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, membagikan strategi investasinya untuk menghadapi kondisi ekonomi global saat ini.  Dalam unggahan terbarunya di platform X beberapa Waktu lalu, Kiyosaki menyebut bahwa jika memiliki dana sebesar US$ 100, ia akan membelanjakannya untuk membeli koin perak, bukan saham atau aset lain. “Saya pribadi sedang membeli lebih banyak perak sekarang. Ini peluang langka yang seharusnya tidak dilewatkan investor,” kata Kiyosaki. Melansir Coincentral.com, menurut Kiyosaki, harga perak yang selama bertahun-tahun “dimanipulasi” kini berada di ambang lonjakan besar. Ia memperkirakan nilai perak dapat meningkat lima kali lipat hanya dalam waktu setahun. “Investasi US$ 100 hari ini bisa menjadi US$ 500 dalam setahun,” ujarnya optimistis.  Harga Perak Naik 55% dalam 9 Bulan Harga perak memang menunjukkan performa impresif sepanjang 2025. Pada awal tahun, logam mulia itu diperdagangkan di kisaran US$...

PT Equityworld Futures Semarang – Intip Rekomendasi Saham CDIA, ANTM, WIFI, MLPL, AMMN, EMTK untuk Selasa (14/10/2025)

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi berbalik menguat pada Kamis (14/10/2025). Adapun IHSG menutup perdagangan Senin (13/10) dengan melemah 0,37% ke level 8.227,20.  Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan, IHSG berpotensi rebound seiring dengan kenaikan di Bursa Amerika Serikat (AS).  Fanny memprediksi akan menguji support di kisaran 8.200–8.100. Sementara level resistance IHSG berada di level 8.280 sampai dengan 8.300.  Berikut ini rekomendasi saham dari BNI Sekuritas.  1. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rekomendasi: Buy on Weakness dengan area beli di Rp 2.180–Rp 2.280. Cut loss di bawah Rp 2.150. Target dekat di Rp 2.330–Rp 2.370. 2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rekomendasi: Speculative buy  dengan area beli di Rp 3.330–Rp 3.380. Cut loss di bawah Rp 3.280. Target dekat di Rp 3.450–Rp 3.600. 3. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rekomendasi:  Speculative buy de...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Melemah pada Senin (13/10/2025) Pagi, BBTN, ISAT, PTBA Jadi Top Losers LQ45

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/10/2025). Pukul 09.00 WIB, IHSG anjlok 118,28 poin atau 1,31% ke 8.153,88. Sebanyak 83 saham naik, 402 saham turun dan 150 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral kompak melemah pada perdagangan pagi ini. Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor keuangan yang turun 1,13%, sektor perindustrian turun 0,98% dan sektor transportasi yang turun 0,79%.  Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 2,24 miliar saham dengan total nilai Rp 1,88 triliun. Top gainers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (3,02%) 2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (1,85%) 3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (0,77%) Top losers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (-2,95%) 2. PT Indosat Tbk (ISAT) (-2,57%) 3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (-2,52%)     

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp 16.570 per Dolar AS Hari Ini, Mayoritas Asia Naik

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah tipis hingga akhir perdagangan hari ini. Jumat (10/10/2025), rupiah spot ditutup di level Rp 16.570 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah tipis 0,01% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp 16.568 per dolar AS. Pergerakan rupiah berbanding terbalik dari mayoritas mata uang di Asia.  Hingga pukul 15.00 WIB, won Korea Selatan berhasil menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,39%. Disusul, rupee India yang terkerek 0,25%. Selanjutnya ada dolar Singapura dan yen Jepang yang sama-sama terangkat 0,13%. Lalu ada yuan China yang menanjak 0,07%.  Berikutnya, baht Thailand terlihat naik 0,06% dan peso Filipina yang ditutup terapresiasi 0,01%. Kemudian ada dolar Hongkong yang menguat tipis 0,006%. Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,24%. Diikuti, dolar Taiwan yang suda...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham Pilihan untuk Besok (10/10)

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,04% ke 8.250 pada akhir perdagangan Kamis (9/10/2025). Indeks juga sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di 8.272. Secara sektoral, sektor transportasi membukukan kenaikan tertinggi yakni 3,44%, sementara sektor teknologi mengalami koreksi terdalam yakni 1,65%. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pendorong laju IHSG hari ini.  Selain itu, dia juga mencermati adanya rebound pada saham perbankan yang memiliki bobot besar sehingga mengerek naik IHSG.  Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mencermati, sinyal terjadinya aksi window dressing juga sudah mulai tampak. Sedikit informasi, window dressing merupakan strategi mempercantik kinerja di akhir periode pelaporan jelang akhir tahun atau kuartal dengan membeli saham-saham unggulan. “Mengingat rata-rata s...

PT Equityworld Futures Semarang – Warren Buffett Ingatkan Potensi Koreksi Pasar, Saatnya Investor Indonesia Waspada?

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Meskipun pasar saham sempat mengalami gejolak di awal tahun, sebagian besar tahun 2025 justru menunjukkan performa yang kuat. Indeks S&P 500 naik lebih dari 14% sejauh ini, dan telah melonjak hingga 35% sejak titik terendah di bulan April. Namun, pertumbuhan tanpa kendali bukan selalu pertanda baik. Beberapa investor khawatir saat ini pasar saham sedang berada di fase bubble (gelembung harga) yang bisa pecah kapan saja. Mengutip The Motley Fool, Warren Buffett memperingatkan hal ini melalui indikator yang dikenal sebagai “Buffett Indicator” dan menilai para investor bisa saja sedang “bermain api.” Buffett Indicator berada di wilayah berisiko Buffett Indicator adalah rasio antara nilai total pasar saham AS dan Produk Domestik Bruto (PDB), yang dipopulerkan Buffett sejak ia menggunakan metrik ini untuk memprediksi pecahnya dot-com bubble di akhir 1990-an. Dalam wawancara dengan Fortune pada tahun 2001, Buffett menjelaskan...

PT Equityworld Futures Semarang – Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Emas Jadi US$ 4.900 per Ons Troi di Desember 2026

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Goldman Sachs mengerek perkiraan harga emas pada Desember 2026 menjadi US$ 4.900 per ons troi dari US$ 4.300. Goldman Sachs beralasan, arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Barat yang kuat dan kemungkinan pembelian oleh bank sentral mendorong kenaikan harga emas. "Kami melihat risiko terhadap perkiraan harga emas kami yang telah ditingkatkan masih condong ke arah kenaikan secara neto, karena diversifikasi sektor swasta ke pasar emas yang relatif kecil dapat meningkatkan kepemilikan ETF di atas estimasi tersirat suku bunga kami," kata Goldman seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/10/1015). Harga emas spot diperdagangkan di kisaran US$ 3.960 per ons pada pukul 01.30 GMT hari Selasa, setelah mencapai level tertinggi baru di US$ 3.977,19 pada hari sebelumnya. Harga emas telah melonjak 51% sepanjang tahun ini berkat pembelian yang kuat oleh bank sentral, meningkatnya permintaan ETF yang didukung emas, melemahnya dolar, dan meningk...

PT Equityworld Futures Semarang – Pemerintahan Trump Kacau, Harga Emas Langsung Meledak ke Rekor Tertinggi

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas melonjak menembus level US$ 3.900 per ons troi untuk pertama kalinya pada Senin (6/10/2025). Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (government shutdown) serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Melansir Economic Times, pada Senin (6/10/2025), harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 3.900,40 per ons pada pukul 00.27 GMT setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 3.919,59 di awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,5% menjadi US$ 3.926,80. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan pada Minggu (5/10) bahwa pemerintahan Trump akan mulai melakukan PHK massal terhadap pegawai federal jika Presiden Donald Trump menilai negosiasi dengan Demokrat di Kongres untuk mengakhiri penutupan pemerintahan “benar-benar tidak ke mana-mana.” Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran ...

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street Jumat (3/10) Pagi, Investor Abaikan Shutdown AS

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Pasar saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada perdagangan Jumat (3/10/2025), mengikuti kenaikan Wall Street meski pemerintah Amerika Serikat (AS) masih dalam kondisi shutdown. Investor menanti perkembangan durasi shutdown untuk menilai seberapa besar dampaknya terhadap perekonomian. Secara historis, penutupan sementara pemerintahan AS jarang menjadi faktor penggerak pasar yang signifikan. Dari Jepang, tingkat pengangguran September 2025 naik menjadi 2,6%, lebih tinggi dari perkiraan konsensus Reuters sebesar 2,4% dan meningkat dari posisi Agustus 2,3%. Data indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur Jepang untuk September juga dijadwalkan rilis hari ini. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei 225 naik 0,42%, sedangkan Topix menguat 0,35%. Sebaliknya, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,17%. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 27.273, sedikit lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 27.287,12. Sementara itu...

PT Equityworld Futures Semarang – Trump Akan Bertemu Presiden China Xi Jinping Bulan Depan, Bahas Masalah Ini

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali dukungannya kepada petani kedelai yang saat ini terdampak perang dagang dengan Tiongkok. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut bahwa petani AS sedang "dirugikan" karena Tiongkok, dengan alasan negosiasi, menahan pembelian kedelai dari Amerika. Trump menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan para petani merugi. Ia menyebut dana hasil tarif impor yang besar akan dialokasikan sebagian untuk membantu petani. “Petani kedelai negara kita dirugikan karena Tiongkok, hanya untuk alasan negosiasi, tidak membeli. Kita sudah memperoleh begitu banyak uang dari tarif, dan kita akan mengambil sebagian kecil dari uang itu untuk membantu petani kita. Saya tidak akan pernah mengecewakan petani kita!” tulis Trump. Menurutnya, pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden tidak menegakkan kesepakatan dengan Tiongkok terkait pembelian miliaran dolar produk pertanian, terutama kedelai. Pertemu...

PT Equityworld Futures Semarang – Saham BBCA Turun ke Rp 7.500, Jadi Harga Penutupan Terendah Sepanjang Tahun 2025

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Di sektor perbankan, fundamental tak lagi jadi pengungkit harga saham. Ambil contoh, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terus tertekan meskipun dari sisi profitabilitas bank terbilang lebih baik dibandingkan kompetitor lainnya. Pada delapan bulan pertama tahun 2025, BCA membukukan laba bersih bank only sebesar Rp 39,06 triliun hingga Agustus 2025 atau tumbuh 8,52% jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yang capai Rp 35,99 triliun. Padahal, big banks lainnya seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tertekan dengan laba turun lebih dari 5% YoY. Lihat saja BRI yang mengalami penurunan laba paling dalam, mencapai 9,9% YoY menjadi Rp 32,6 triliun per Agustus 2025. Sayangnya, fundamental tersebut tak diikuti dengan pergerakan saham bank swasta terbesar di Indonesia ini. Pasalnya, saham BBCA justru ditutup melemah di perdagangan Rabu (1/10/2025) ke level Rp 7.500 p...