PT Equityworld Futures Semarang – Diplomat AS mengunjungi Taiwan di tengah ketegangan industri chip
PT Equityworld Futures Semarang – Ingrid Larson, seorang diplomat senior Amerika Serikat yang mengawasi hubungan dengan Taiwan, sedang berada di Taipei untuk melakukan serangkaian pertemuan yang bertujuan untuk memperkuat kemitraan antara Amerika Serikat dan Taiwan. Institut Amerika di Taiwan mengumumkan kunjungan Larson, yang dijadwalkan dari tanggal 28 Oktober hingga 1 November, yang menekankan dedikasi Amerika Serikat terhadap hubungannya dengan Taiwan dan kepentingan bersama dalam keamanan regional, perdagangan, dan pertukaran budaya.
Kunjungan ini dilakukan pada saat para pejabat Taiwan menanggapi pernyataan Donald Trump baru-baru ini mengenai industri semikonduktor dan kontribusi pertahanan Taiwan. Trump, yang saat ini merupakan kandidat presiden dari Partai Republik untuk pemilihan presiden AS pada 5 November mendatang, menyarankan agar Taiwan memberikan kompensasi kepada AS untuk pertahanannya dan mengkritik pulau itu atas perannya di sektor semikonduktor.
Komentarnya memiliki dampak yang nyata pada pasar, dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), produsen chip global terkemuka, mengalami penurunan 4,3% pada American Depositary Receipts pada hari Senin, diikuti oleh penurunan lebih dari 2% pada saham yang terdaftar di Taipei pada hari Selasa.
Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai menanggapi pernyataan Trump secara diplomatis, menggarisbawahi aliansi demokratis antara Taiwan dan A.S. Menteri Ekonomi Kuo Jyh-huei menggemakan sentimen ini, mengungkapkan rasa hormat terhadap pandangan "teman-teman internasional" dan mencatat perkembangan hubungan A.S.-Taiwan yang stabil.
Kunjungan Larson juga mencerminkan kesinambungan dukungan dari AS, yang telah menjadi pendukung internasional yang signifikan dan pemasok senjata ke Taiwan, sebuah hubungan yang telah berlangsung sejak pemerintahan Trump hingga masa jabatan Presiden Joe Biden. Dukungan ini sangat penting bagi Taiwan, yang mempertahankan penolakannya terhadap klaim kedaulatan Beijing atas pulau tersebut. Pertemuan Larson di Taiwan akan membahas berbagai topik, termasuk keamanan, hubungan ekonomi, dan hubungan budaya, karena kedua negara berupaya untuk memperkuat hubungan tidak resmi namun penting secara strategis.
Komentar
Posting Komentar