PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Turun setelah Pekan yang Kuat; OPEC dan Timur Tengah Jadi Fokus


PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak turun di perdagangan Asia pada hari Senin (12/02). Investor mengunci beberapa keuntungan setelah peningkatan luar biasa selama seminggu sebelumnya, dengan fokus kini beralih ke perkembangan lebih lanjut dalam perang Israel-Hamas dan isyarat dari laporan industri utama.

Volume perdagangan tipis karena hari libur pasar di sebagian besar Asia, untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Minyak Brent yang akan berakhir April turun 0,5% menjadi $81,78 per barel, sementara minyak WTI turun 0,6% menjadi $76,35 per barel pukul 08.20 WIB. Keduanya naik sekitar 5% sampai 6% dalam seminggu terakhir.

Harga minyak naik tajam setelah Israel menolak proposal gencatan senjata dari Hamas dan melanjutkan serangan udara mematikan di Jalur Gaza. Langkah ini menyiratkan sedikit de-eskalasi dalam konflik tersebut, dan membuat traders mulai memperhitungkan premi risiko yang lebih besar dari perang tersebut.

Perang Israel-Hamas telah menjadi titik kunci dukungan untuk minyak dalam beberapa bulan terakhir, terutama karena traders mulai memperhitungkan kemungkinan meningkatnya gangguan pasokan minyak global akibat konflik tersebut.

Serangan-serangan oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Laut Merah juga terus menyebabkan gangguan pada aktivitas pengiriman. Pasar kini menunggu isyarat lebih lanjut dari wilayah tersebut.

Kekhawatiran atas Timur Tengah membuat harga minyak sebagian besar naik menepis pemulihan produksi AS, yang naik ke rekor tertinggi di bulan Februari setelah gangguan produksi terkait cuaca dingin.

Tetapi pasokan bahan bakar AS diperketat oleh beberapa kilang yang masih tutup karena pemeliharaan. Minyak bensin telah melonjak hampir 9% pada minggu sebelumnya, kendati apakah tren ini akan berlanjut masih diragukan, mengingat permintaan bahan bakar AS juga terlihat melemah dalam cuaca dingin.
Laporan OPEC dan IEA; Inflasi AS akan meningkat minggu ini

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan merilis laporan bulanan pada hari Selasa, sementara Badan Energi Internasional (IEA) akan merilis laporan bulanannya pada hari Kamis.

Pasar agak tidak yakin apakah keduanya akan mempertahankan perkiraan permintaan minyak untuk tahun 2024 dan 2025, mengingat bahwa permintaan kemungkinan akan mengalami tekanan dari suku bunga AS yang tetap lebih tinggi lebih lama pada tahun 2024.

Isyarat lebih lanjut tentang suku bunga AS juga akan dirilis dari angka inflasi utama yang akan hadir hari Selasa. Inflasi indeks harga konsumen AS diperkirakan akan tetap tinggi di bulan Januari - sebuah skenario yang memberi Federal Reserve lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT Equityworld Futures Semarang – Prospek Penurunan Suku Bunga Bank of England Gagal Melemahkan Pound, Kata BofA

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Turun, Dolar dan Yield Naik di Tengah Risiko Hormuz

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Bergerak Mengunci Di Level Kunci Pada Rabu (13/12)