PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Stabil, Dolar Turun sebelum Sinyal Lanjutan Pangkas Suku Bunga
PT Equityworld Futures Semarang – Mayoritas bursa saham Asia naik melewati pelemahan awal pada hari Senin (15/01)) kala traders menjaga harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih awal, dan pasar Jepang memperpanjang rally ke level tertinggi 34 tahun.
Namun penguatan yang lebih besarnya tertahan oleh antisipasi isyarat ekonomi utama lanjutan minggu ini, termasuk data produk domestik bruto China dan Inflasi Jepang. Reaksi Beijing terhadap pemilihan presiden Taiwan juga membuat traders tetap waspada.
Indeks Nikkei 225 Jepang berkinerja terbaik di antara indeks saham lain selama empat sesi berturut-turut, melesat naik 1,1% ke level tertinggi 34 tahun karena prospek Bank of Japan yang sangat dovish membuat traders sangat bias terhadap saham-saham lokal.
Data indeks harga konsumen (IHK) Jepang yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan melihat penurunan inflasi yang berkelanjutan, memberikan nada dovish untuk BOJ ketika bertemu nanti di bulan Januari.
Indeks Taiwan Weighted menguat 0,5% setelah kandidat Partai Progresif Demokratik (DPP) William Lai memenangkan pemilihan Presiden pada akhir pekan lalu - sebagian besar mempertahankan status quo untuk pulau ini dalam perlawanannya terhadap penyatuan kembali dengan China.
Lai, bersama dengan DPP, terus-menerus menegaskan kembali kemerdekaan Taiwan - yang telah menjadi titik kunci kemarahan Beijing. Pemerintah China mempertahankan seruannya untuk reunifikasi selama akhir pekan, dan tindakan lebih lanjut dari Beijing akan menjadi fokus utama menjelang pelantikan resmi Lai pada bulan Mei.
Saham China tertahan oleh kekecewaan terhadap rate-cut, PDB Q4 ditunggu
Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite di China masing-masing naik 0,2% dan 0,4%.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,1%, dengan kerugian saham-saham teknologi besar membatasi peningkatan. Raksasa mesin pencari Baidu (NASDAQ:BIDU) (HK:9888) anjlok sebanyak 10% setelah sebuah laporan mengaitkan bot kecerdasan buatan Ernie dengan militer China, yang berpotensi menarik sanksi AS.
People's Bank of China (PBOC) secara tidak terduga mempertahankan suku bunga pinjaman jangka menengahnya pada hari Senin, tatkala berusaha antara menopang pertumbuhan ekonomi dan membendung kerugian lebih lanjut dalam yuan. Langkah ini menandakan tidak ada perubahan pada loan prime rate PBOC di bulan Januari.
Meski begitu, saham-saham China mendapat dukungan dari suntikan likuiditas oleh PBOC.
Langkah hari Senin menunjukkan bahwa Beijing memiliki ruang gerak yang terbatas untuk melonggarkan kondisi moneter lebih lanjut dan mendukung pertumbuhan - yang dapat menjadi pertanda buruk bagi pemulihan ekonomi pasca-COVID yang rapuh.
Fokus minggu ini sebagian besar tertuju data PDB kuartal keempat, yang akan dirilis hari Rabu. Kendati pertumbuhan diperkirakan telah melampaui target pemerintah sebesar 5% untuk tahun 2023, sebagian besar peningkatan tersebut juga diperkirakan berasal dari dasar yang rendah untuk perbandingan dari tahun sebelumnya.
Saham-saham China merupakan pasar Asia dengan kinerja terburuk tahun 2023, turun antara 10% hingga 20% karena gagal terwujudnya pemulihan ekonomi pasca-COVID.
Lebih cuan, lebih cepat, lebih sederhana, dengan fitur PRO di InvestingPro+! Gunakan koMata uang Asia sedikit bergerak sementara dolar turun pada hari Senin (15/01) dengan fokus beralih ke serangkaian rilis data ekonomi yang akan datang dan komentar Federal Reserve untuk mencari isyarat kapan bank sentral bisa mulai memangkas suku bunga.
Pasar regional juga tertekan oleh lemahnya minat risiko, saat fokus tetap kepada tanda-tanda eskalasi dalam konflik Timur Tengah.
Yen Jepang turun 0,2%, di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan kebijakan ultra-dovish ketika bertemu bulan ini. Data indeks harga konsumen (CPI) Jepang, yang akan dirilis minggu ini, diperkirakan akan menunjukkan penurunan inflasi yang berkelanjutan.
Yuan China statis setelah kekecewaan rate-cut, PDB ditunggu
Yuan China bergerak tipis pada hari Senin, menunjukkan ketahanan setelah People's Bank of China secara tidak terduga menahan suku bunga pinjaman jangka menengah tidak berubah.
Langkah ini menandakan tidak ada perubahan pada loan prime rate/LPR PBOC di bulan Januari, memberikan sedikit kekuatan bagi yuan. Namun tidak adanya pemangkasan suku bunga juga mengindikasikan bahwa PBOC memiliki ruang gerak yang terbatas untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut dan mendukung perekonomian China.
Data produk domestik bruto kuartal keempat, yang akan dirilis pada hari Rabu, diperkirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh lebih dari target 5% pemerintah untuk tahun 2023. Namun, pertumbuhan tersebut juga berasal dari basis yang rendah sebagai perbandingan dari tahun 2022.
Kekhawatiran atas perlambatan pemulihan ekonomi pasca-COVID di China menekan yuan sepanjang tahun lalu, di mana mata uang tersebut masuk di antara mata uang Asia dengan kinerja terburuk pada tahun 2023.
Mata uang Asia yang lebih luas bergerak dalam range datar hingga turun, saat pasar mencari lebih banyak petunjuk tentang arah kebijakan moneter AS. Dolar Australia naik 0,1%, sementara won Korea Selatan turun 0,6%.
Dolar Taiwan statis setelah Partai Progresif Demokratik (DPP) yang sedang berkuasa memenangkan pemilihan presiden pada akhir pekan, mengamankan masa jabatan ketiga berturut-turut. Namun hasil ini juga memicu kemarahan dari China, mengingat bahwa DPP secara konstan menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Taiwan.
Rupee India stabil setelah pulih dari level terendahnya minggu lalu. Data inflasi indeks harga wholesale India akan hadir hari Senin, setelah data hari Jumat menunjukkan naiknya inflasi IHK yang lebih kecil dari perkiraan.
Dolar turun tipis dengan lebih banyak isyarat Fed yang akan dirilis minggu ini
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka turun sekitar 0,1% di perdagangan Asia hari Senin, saat pasar tampaknya sebagian besar mempertahankan ekspektasinya akan pemotongan suku bunga awal oleh Federal Reserve.
CME Fedwatch tool menunjukkan traders memperkirakan peluang 70% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Maret, naik dari peluang 64% yang terlihat seminggu yang lalu.
Peluang pemangkasan suku bunga awal diperkuat oleh data pada hari Jumat, yang menunjukkan inflasi indeks harga produsen turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember. Namun laporan tersebut didahului oleh data yang menunjukkan naiknya inflasi IHK yang lebih besar dari perkiraan pada bulan tersebut.
Fokus saat ini tertuju pidato dari beberapa pejabat the Fed minggu ini, yang diharapkan bisa memberi lebih banyak petunjuk mengenai rencana bank sentral untuk memangkas suku bunga tahun ini.
Data retail sales AS juga akan dirilis minggu ini, dan diperkirakan akan mempengaruhi prospek inflasi negara ini.de kupon diskon "IDNPRO24A" dan dapatkan diskon tambahannya untuk InvestingPro+ durasi 1 tahun (Annual). Ayo gabung segera dengan klik tautan ini! Jangan lupa pakai kode kupon diskon saat checkout!
Pasar Asia yang lebih luas menguat, meskipun tipis, saat traders menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga AS lebih awal setelah sinyal beragam inflasi. Inflasi IHK naik lebih besar dari perkiraan pada bulan Desember, sedangkan inflasi indeks harga produsen turun lebih dari yang diharapkan.
Hari libur pasar AS juga membuat sedikit isyarat perdagangan pada hari Senin.
ASX 200 Australia dan KOSPI Korea Selatan masing-masing naik 0,1%.
Indeks futures Nifty 50 India sedikit positif. Indeks harga wholesale India akan dirilis hari Senin, setelah data Inflasi IHK pada hari Jumat menampilkan kenaikan yang lebih kecil dari perkiraan.

Komentar
Posting Komentar