PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Rebound, Pasar Tunggu Rilis Angka Inflasi


PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas rebound pada Selasa (09/01) pagi setelah melemah pada sesi perdagangan Senin (09/01) di awal pekan.

Harga emas spot naik 0,32% ke $2.034,57/oz pukul 07.45 WIB menurut data Investing.com dan harga emas berjangka naik 0,34% di $2.040,35. Keduanya melemah 0,7% pada akhir sesi Senin kemarin.

Sebaliknya, indeks turun 0,11% di 102,02.

Komoditas lain di Comex sesi Senin, Perak untuk penyerahan Maret sempat turun 0,14% dan diperdagangkan pada USD23,28 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 0,47% dan diperdagangkan pada USD3,82 per pon.
Sebelumnya, harga emas turun di perdagangan Asia pada hari Senin (08/01), lanjutkan kerugian dari sesi sebelumnya usai data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan membuat pasar mempertimbangkan kembali ekspektasi untuk penurunan suku bunga lebih awal.

Logam kuning mencatat awal yang lemah pada tahun 2024, tertekan oleh rebound kuat dolar karena traders mengurangi ekspektasi bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga paling cepat pada bulan Maret.

Gagasan ini diperburuk oleh data nonfarm payrolls yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat yang menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja - yang memberi Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Emas juga mengalami aksi profit taking yang besar setelah melesat cukup kuat hingga Desember. Logam mulia mengakhiri tahun 2023 dengan naik lebih dari 10%.

Begitu pula, minyak anjlok sempat anjlok 3% lebih di awal pekan setelah Arab Saudi memangkas harga ekspor minyak Asia ke posisi terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir, meskipun kerugiannya terbatas lantaran traders masih mengamati potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Tetapi peningkatan yang lebih besar tertahan oleh rebound dolar, sementara kekhawatiran atas permintaan juga tetap ada setelah putaran data ekonomi yang lemah dari China.

Turunnya harga Arab Saudi itu juga memberikan tanda pelemahan lain di pasar, pasalnya eksportir minyak terbesar di dunia ini bergulat dengan perlambatan permintaan, terutama di Asia.
Inflasi AS jadi fokus setelah rilis nonfarm payrolls yang mengejutkan

Pasar saat ini berfokus data inflasi utama AS consumer price index (CPI) untuk bulan Desember, yang akan terbit pada hari Kamis ini.

Data tersebut, yang hadir setelah laporan payrolls yang kuat, akan menunjukkan peningkatan inflasi dari bulan sebelumnya.

Tanda-tanda inflasi yang tinggi merupakan pertanda buruk bagi spekulasi penurunan suku bunga oleh the Fed, mengingat pasar tenaga kerja dan inflasi merupakan dua hal utama yang menjadi pertimbangan bank sentral ketika menyesuaikan kebijakan moneter.

The Fed juga telah memperingatkan bahwa setiap tanda-tanda inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja yang bertahan kemungkinan besar akan mencegahnya untuk menurunkan suku bunga lebih awal.

Fedwatch tool dari CME menunjukkan bahwa traders menarik kembali ekspektasinya untuk pemangkasan di bulan Maret. Traders saat ini memperkirakan peluang sekitar 63% untuk pemotongan 25 basis poin di bulan Maret, turun dari peluang lebih dari 73% yang diperkirakan minggu lalu.

Suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama kemungkinan akan menandai lebih banyak tekanan jangka pendek bagi emas, yang terpukul oleh kenaikan suku bunga sepanjang tahun 2023. Sementara The Fed masih diperkirakan akan memangkas suku bunga pada akhirnya tahun ini, analis di ING mengatakan mereka telah memundurkan ekspektasi pemangkasan ke bulan Mei dari bulan Maret.

Suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT Equityworld Futures Semarang – Prospek Penurunan Suku Bunga Bank of England Gagal Melemahkan Pound, Kata BofA

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Turun, Dolar dan Yield Naik di Tengah Risiko Hormuz

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Bergerak Mengunci Di Level Kunci Pada Rabu (13/12)