PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Asia Naik dalam Dorongan Stimulus China; Nikkei Lanjut Aksi Profit Taking
PT Equityworld Futures Semarang – Mayoritas bursa saham Asia naik pada hari Kamis (25/01) dan pasar China lanjut rebound setelah pemerintah mengumumkan lebih banyak langkah stimulus moneter, sementara saham Jepang melemah karena isyarat yang beragam dari Bank of Japan mendorong lebih banyak terjadi aksi profit taking.
Pasar regional juga mengikuti sinyal positif dari berlanjutnya rekor tertinggi di Wall Street, meskipun laju kenaikan ini sekarang tampak melambat di tengah laporan pendapatan yang beragam.
Saham China pimpin kenaikan setelah pemangkasan RRR
Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite dari China berkinerja terbaik di Asia, melesat 0,8% dan 1,5%, rebound lebih jauh dari posisi terendah lima dan empat tahun.
Kedua indeks telah meningkat tajam pada hari Rabu setelah People's Bank of China secara tidak terduga memotong rasio persyaratan cadangan (RRR) untuk bank-bank lokal. RRR menentukan jumlah cadangan modal yang harus dimiliki oleh bank-bank di China, dan pemangkasan ini membebaskan lebih banyak likuiditas untuk disuntikkan ke dalam perekonomian.
PBOC juga menandai lebih banyak langkah dalam pipeline untuk membantu menopang pertumbuhan ekonomi - tanda yang paling jelas sejauh ini bahwa Beijing berencana untuk mengerahkan lebih banyak stimulus. Sinyal-sinyal ini membantu pasar China rebound dari posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir, setelah pelemahan pertumbuhan ekonomi mendorong arus keluar modal besar-besaran dari pasar-pasar regional.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,6%, juga memperpanjang rebound dari posisi terendah 15 bulan. Namun penguatan yang lebih besar pada indeks tertahan oleh kerugian saham-saham kendaraan listrik besar, yang turun setelah laporan pendapatan kuartal keempat yang mengecewakan dari perusahaan besar Tesla Inc (NASDAQ:TSLA).
Saham Hong Kong dari produsen kendaraan listrik China NIO Inc (HK:9866), Li Auto (NASDAQ:LI) Inc (HK:2015) dan Xpeng (NYSE:XPEV) Inc (HK:9868) anjlok antara 5% hingga 8%, sementara saham BYD (HK:1211), yang merupakan pesaing utama Tesla, turun 3,5%.
Pendapatan Tesla menambah kekhawatiran atas melambatnya permintaan untuk kendaraan listrik, dengan produsen mobil ini juga isyaratkan pertumbuhan penjualan dan produksi yang lebih lemah pada tahun 2024. Perkiraan tersebut juga mencatat lebih banyak pemotongan harga dari produsen mobil listrik, yang diperkirakan akan semakin menekan margin keuntungan di sektor ini.
Pasar Asia yang lebih luas mencatat beberapa kenaikan. Indeks ASX 200 di Australia naik 0,4%, mengikuti optimisme di China, sementara indeks futures Nifty 50 India positif setelah indeks naik 1% pada hari Rabu.
Namun, peningkatan yang lebih besar di luar China tertahan oleh meningkatnya kewaspadaan menjelang rilis data rapat European Central Bank, serta data penting AS yang akan dirilis pada hari ini. Data ini juga muncul hanya beberapa hari sebelum rapat pertama Federal Reserve pada tahun 2024, di mana bank sentral diperkirakan akan menegaskan kembali sikapnya atas suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Di antara saham-saham yang mengalami penurunan pada hari ini, indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,6% meskipun data menunjukkan bahwa PDB tumbuh sedikit lebih tinggi pada kuartal keempat. Tetapi laju pertumbuhan secara keseluruhan tetap lemah.
Indeks Jepang alami profit taking lagi setelah BOJ
Nikkei 225 Jepang turun 0,2%, sementara indeks TOPIX yang lebih luas flat saat investor terus mengumpulkan keuntungan dari dua indeks saham yang baru-baru ini mencapai level tertinggi 34 tahun.
Rally terbaru ini di pasar Jepang terhenti setelah Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda memberikan sinyal yang paling jelas bahwa bank sentral akhirnya akan beralih dari kebijakan ultra-dovish. Kendati hanya memberikan sedikit isyarat mengenai waktu pivot perubahan, komentarnya cukup untuk membuat investor berhenti sejenak dari aksi beli saham-saham Jepang baru-baru ini.

Komentar
Posting Komentar