PT Equityworld Futures Semarang – bursa Saham Asia Bergerak Mixed Pada Hari Senin (04/12)
PT Equityworld Futures Semarang – Bursa saham Asia bergerak mixed pada hari Senin (04/12), dalam isyarat kuat dari pasar AS, soal potensi pemotongan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve, diimbangi oleh kekhawatiran yang terus berlanjut atas perlambatan ekonomi di China.
Indeks ASX 200 di Australia dan KOSPI Korea Selatan termasuk di antara saham-saham yang berkinerja lebih baik pada hari ini, masing-masing menguat 0,7% dan 0,6%, pasalnya optimisme akan penurunan suku bunga yang lebih cepat membantu saham-saham komoditas dan teknologi. Pasar juga memperkirakan bahwa Reserve Bank of Australia akan mempertahankan suku bunga saat rapat pada hari Selasa.
Saham-saham di India berkinerja terbaik untuk hari ini, di mana Nifty 50 mencapai rekor tertinggi setelah kemenangan besar dalam pemilihan umum oleh partai yang berkuasa, BJP.
Ketua Fed Jerome Powell memberikan isyarat yang less hawkish daripada yang diharapkan pasar selama serangkaian pidato hari Jumat. Secara khusus, komentar Ketua Fed tentang pendekatan yang lebih seimbang terhadap kondisi moneter yang ketat dan soft landing untuk ekonomi AS memicu lebih banyak spekulasi bahwa bank sentral telah selesai menaikkan suku bunga, dan bisa menurunkan suku bunga paling cepat Maret 2024.
Baca: Harga Emas Melonjak Cetak Rekor Tertinggi Lagi Di Perdagangan Asia Pada hari Senin (04/12)
Gagasan ini mendorong peralihan ke aset-aset berbasis risiko, yang membuat indeks-indeks Wall Street menguat pada hari Jumat. Saham futures AS stabil di perdagangan Asia pada hari Senin, dengan fokus saat ini kepada data utama nonfarm payrolls yang akan dirilis hari Jumat ini.
Namun optimisme terhadap pasar Asia sebagian besar tertahan oleh China, menyusul sejumlah data ekonomi yang lemah dari negara tersebut selama seminggu terakhir. Aktivitas manufaktur tetap mengalami kontraksi, sementara pertumbuhan industri non-manufaktur berada di titik terendah untuk tahun ini, menurut data pemerintah.
Hal ini membuat indeks-indeks China diperdagangkan mayoritas lemah, dengan Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite bergerak dalam kisaran datar hingga rendah pada hari Senin. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,6%, dibebani oleh saham-saham China.
Fokus minggu ini adalah sinyal ekonomi lanjutan dari China, terutama data perdagangan untuk bulan November. Namun tren ini diperkirakan akan tetap lemah di tengah penurunan ekspor.
Developers properti menjadi satu-satunya titik terang di pasar China pada hari Senin, setelah developer yang terbebani utang China Evergrande Group (HK:3333) memenangkan sebuah petisi terhadap perusahaan tersebut.
Pengadilan Hong Kong menunda permohonan likuidasi terhadap perusahaan ini hingga akhir Januari, sehingga memberikan lebih banyak waktu bagi perusahaan ini untuk menyusun proposal restrukturisasi dengan para debiturnya.
Saham Evergrande di Hong Kong menguat lebih dari 10%, dan mayoritas saham-saham developers properti lainnya juga mencatat penguatan.
Di antara pasar-pasar Asia yang lebih luas, Nikkei 225 Jepang jatuh 0,9%, terbebani oleh saham-saham yang berorientasi ekspor imbas yen kembali melemah terhadap dolar. Saham-saham Jepang juga lebih sensitif terhadap aksi profit taking setelah jauh mengungguli saham-saham Asia tahun ini.

Komentar
Posting Komentar