PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Bergerak Tipis Di Perdagangan Asia Pada Hari Rabu (22/11)

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak bergerak tipis di perdagangan Asia pada hari Rabu (22/11) setelah data industri sinyal peningkatan substansial cadangan AS, sementara traders terus memperkirakan lebih banyak pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak.

Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok AS kemungkinan bertambah lebih dari 9 juta barel dalam sepekan hingga 17 November, jauh lebih besar dari ekspektasi untuk peningkatan 1,5 juta barel.

Persediaan bensin mengalami penurunan 1,8 juta barel, sementara hasil sulingan turun 3,5 juta barel.

Data API mengisyaratkan naiknya cadangan AS selama empat minggu berturut-turut, yang indikasi bahwa pasokan minyak tetap kuat, sementara permintaan bahan bakar mulai berkurang seiring dengan dimulainya musim dingin. Hal ini juga mengindikasikan bahwa pasokan minyak mungkin tidak seketat yang diantisipasi sebelumnya.

Gagasan ini, ditambah dengan tanda-tanda memburuknya kondisi ekonomi di seluruh dunia, telah menekan harga minyak selama beberapa minggu terakhir. Meskipun harga rebound tajam dari posisi terendah empat bulan selama tiga sesi terakhir, rally saat ini tampak mendingin.

Minyak Brent flat di $82,49 per barel, sementara minyak WTI stabil di $77,71 per barel pukul 08.47 WIB. Kedua benchmarks berakhir datar pada Selasa.

Pelemahan dolar juga memberikan kekuatan pada minyak, lantaran traders berharap akhir siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Data API menandai angka inventaris resmi yang lebih tinggi

Data API biasanya menandai data serupa untuk data inventaris resmi dari Energy Information Administration, yang akan dirilis hari ini.

Pasokan AS telah menunjukkan peningkatan mingguan yang konsisten, sementara produksi baru-baru ini mencapai rekor tertinggi karena produsen minyak dan penyulingan meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan ekspor yang meningkat.

Turunnya inventories bensin dan distilat juga telah menjadi lebih tersebar dalam beberapa bulan terakhir, menandakan sedikit turunnya permintaan bahan bakar AS karena perubahan musim.
Pertemuan OPEC+ semakin dekat, pengurangan pasokan jadi fokus

Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan OPEC dan sekutunya (OPEC+) pada 26 November.

Laporan-laporan media mengatakan Arab Saudi dan Rusia - dua produsen utama dalam kelompok ini - sedang mempertimbangkan pengurangan pasokan yang lebih dalam untuk mendukung harga minyak, karena pelemahan yang terjadi baru-baru ini di pasar.

Peningkatan produksi oleh anggota OPEC lainnya, ditambah dengan produksi AS yang lebih tinggi juga menunjukkan pasar minyak mentah tidak seketat yang diperkirakan sebelumnya. Gagasan ini, ditambah dengan tanda-tanda pelemahan ekonomi di negara importir utama China dan pasar-pasar lain, telah membebani harga minyak dalam beberapa minggu terakhir.

Arab Saudi dan Rusia pada awal tahun ini telah memangkas produksi beberapa kali untuk mendongkrak harga. Analis memperkirakan pemangkasan produksi lebih lanjut akan memberikan hasil yang sama, dan menjaga pasar tetap ketat pada awal 2024.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT Equityworld Futures Semarang – Prospek Penurunan Suku Bunga Bank of England Gagal Melemahkan Pound, Kata BofA

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Turun, Dolar dan Yield Naik di Tengah Risiko Hormuz

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Bergerak Mengunci Di Level Kunci Pada Rabu (13/12)